Kedudukan membaca dalam Islam

Dalam Islam, ilmu memiliki kedudukan yang mulia. Demikian juga dengan para penuntutnya. Allah menempatkan orang-orang yang berilmu pada kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang yang tidak. Allah juga memerintahkan kita untuk beramal menurut ilmunya. Agar amal dan perbuatan/pekerjaan kita memiliki nilai kebenaran. Beramal tanpa tahu ilmunya akan menghasilkan amal yang rapuh dan mudah goyah, juga bisa menjerumuskan kita pada amalan yang justru dilarang oleh-Nya.

Firman yang pertama kali diturunkan-Nya dalam Al Qur’an adalah perintah membaca. Melalui firman-Nya tersebut Allah memerintahkan manusia dengan perantara membaca sebagai jalan untuk menuntut ilmu. Jadi jika menutut ilmu memiliki kedudukan mulia, maka jalan kearahnya pun (dengan membaca) menjadi jalan yang mulia.

2 Responses to “Kedudukan membaca dalam Islam”


  1. 1 norick July 22, 2008 at 2:47 am

    Membaca sangat disarankan karena sangat berguna. Kata Orang Membaca adalah Windows of the World. Semua pernyataan orang2 tentang pentingnya Membaca sudah terangkum dalam pesan “Bacalah”.
    You are What You Read…..berlebihan kah itu?

    “Jadi jika menutut ilmu memiliki kedudukan mulia, maka jalan kearahnya pun (dengan membaca) menjadi jalan yang mulia.”


  1. 1 LIBRARY OF SEMARANG » Blog Archive » Archive For The “Latar Belakang” Category Trackback on September 11, 2008 at 1:29 am

Leave a Reply




Tentang blog

Blog ini berisi artikel tentang pengembangan perpustakaan masjid kampus. Tulisan-tulisan yang ada disini hanya berasal dari hasil membaca berbagai artikel lain dan pengalaman saya menjadi pengurus perpustakaan masjid di kampus saya. Jadi masih butuh saran dan masukan dari para pembaca.