Mengenang kemajuan perpustakaan Islam

Kesadaran akan pentingnya membaca sebagai jalan masuknya ilmu telah mendorong generasi terdahulu umat Islam untuk mendirikan fasilitas yang bisa menampung bahan bacaan karya-karya ulama Islam waktu itu.

Beberapa perpustakaan Islam masa lalu antara lain:

Perpustakaan para khalifah dinasti Fatimiyah di Kairo. Jumlah seluruh buku yang ada di situ mencapai 2.000.000 (dua juta) eksemplar. Perpustakaan ini berisi berbagai macam ilmu antara lain Al-Qur’an, astronomi, tata bahasa, lexicography dan obat-obatan.

Perpustakaan Darul Hikmah di Kairo. Perpustakaan ini mempunyai 40 lemari. Yang tiap lemarinya bisa memuat sampai 18.000 buku. selain itu, diperpustakaan ini juga disediakan segala yang diperlukan seperti tinta, pena, kertas dan tempat tinta.

Perpustakaan Baitul Hakam di Bagdad. Perpustakaan ini menyerupai universitas yang bertujuan untuk membantu perkembangan belajar, mendorong penelitian, dan mengurusi terjemahan teks-teks penting. Koleksi buku Perpustakaan Baghdad berjumlah 400 hingga 500 ribu jilid.

Perpustakaan Al-Hakam di Andalus. Jumlah buku didalamnya mencapai 400.000 buah. Perpustakaan ini mempunyai katalog-katalog yang sangat teliti dan teratur yang mencapai 44 bagian. Di perpustakaan ini terdapat pula para penyalin buku yang cakap dan penjilid-penjilid buku yang mahir.

Perpustakaan Bani Ammar di Tripoli. Perpustakaan ini berisi buku-buku yang langka dan baru dijamannya. Bani Ammar mempekerjakan orang-orang pandai dan pedagang-pedagang untuk menjelajah negeri-negeri dan mengumpulkan buku-buku yang berfaedah dari negeri-negeri yang jauh dan dari wilayah-wilayah asing. Jumlah koleksi bukunya mencapai 1.000.000. Terdapat 180 penyalin yang menyalin buku-buku di sana.

Selain itu, juga terdapat banyak perpustakaan pribadi. Para ulama jaman itu memiliki perpustakaan yang isinya mencapai ribuan buku.

Tapi sangat disayangkan, banyak dari perpustakaan-perpustakaan itu hancur karena perang. Pada saat pendudukan Mongol, perpustakaan Baghdad dihancurkan. Mereka membakar atau membuang ke Sungai Tigris koleksi buku Perpustakaan Baghdad. Ini adalah pemusnahan buku paling mengerikan dalam sejarah perpustakaan Islam. Petaka serangan Salib juga telah membuat kita kehilangan perpustakaan-perputakaan paling berharga yang ada di Tripoli, Maarrah, Al-Quds, Ghazzah, Asqalan, dan kota-kota lainnya yang dihancurkan mereka.

Salah satu perpustakaan besar Islam yang ada sekarang adalah Perpustakaan Masjid Nabawi. Perpustakaan ini didirikan pada pertengahan abad ke-14 H. Pembangunannya dipimpin oleh Sayid Ahmad Yasin Al-Khiyari (wafat 1380 H). Koleksi kitabnya sampai sekarang sudah bertambah hingga mencapai 60 ribu judul buku. Koleksi kitab yang terdapat disana antara lain: kitab tauhid, tafsir Alquran, tajwid, qiraat, dan ilmu-ilmu Alquran, Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Syarah Nawawi, kitab sejarah Islam, sejarah Makkah, sejarah Madinah, dan buku-buku pelajaran bahasa Arab, kitab-kitab fikih dari empat mazhab (Syafi’i, Hanafi, Maliki, dan Hambali), maupun kitab-kitab fikih dari mazhab-mazhab lain, kitab-kitab ushul fikih, dan akhlak.

8 Responses to “Mengenang kemajuan perpustakaan Islam”


  1. 1 wahyu awaludin April 2, 2008 at 1:47 am

    Masih sedikit yah koleksi buku di perpustakaan masjid Nabawi. Sedikit banget..

  2. 2 Ardian Kusuma April 30, 2008 at 3:00 am

    Kita harus bangun perpustakaan islam di INDONESIA…!

  3. 3 norick July 22, 2008 at 2:41 am

    Kalau memiliki sebuah rumah/ruangan yang agak besar tentunya sangat bagus untuk memiliki sebuah Perpustakaan. Banyak buku2 warisan dari Orangtua yang biasanya akan dijual atau diberikan kepada Pemulung. Sehingga Nilai Karya Tulisnya menjadi hanya seharga Gorengan Tempe.

    Semoga cita2 untuk mendirikan Perpustakaan bisa tercapai.

    salam

    Norick

  4. 4 calon pustakawan October 3, 2008 at 9:44 am

    saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh saudara Ardian Kusuma, bahwa kita perlu bangun perpustakaan islam di INDONESIA tapi dengan sekala internasional

  5. 5 Fahi November 2, 2008 at 4:08 am

    Masa iktizal membawa kemajuan luar biasa diatas kekhalifahan al-makmun pada masanya dimana eropa gelap gulita. Kepala negara mengambil peran strategis, bagaimana dengan SBY, akan meninggalkan jejak sejarah kepustakaan yang mengagumkan ???

  6. 6 toro kusuma hermawan January 16, 2009 at 4:35 pm

    dari dulu memang islam sudah mulai mengenal peradaban dan kemajuaan dibidang ilmu pengetahuaan,terbukti banyak ilmuwan muslim yang menemukan berbagai ilmu pengetahuan sebelum barat,seperti bidang kedokteran ibnu sina,perpustakaan didalam kemajuan dunia islam sangat diperhatikan sekali,terbukti dari banyaknya koleksi buku pemikiran islam.


  1. 1 LIBRARY OF SEMARANG » Blog Archive » Mengenang Kemajuan Perpustakaan Islam Trackback on September 11, 2008 at 1:29 am
  2. 2 LIBRARY OF SEMARANG » Blog Archive » Archive For The “Latar Belakang” Category Trackback on September 11, 2008 at 1:29 am

Leave a Reply




Tentang blog

Blog ini berisi artikel tentang pengembangan perpustakaan masjid kampus. Tulisan-tulisan yang ada disini hanya berasal dari hasil membaca berbagai artikel lain dan pengalaman saya menjadi pengurus perpustakaan masjid di kampus saya. Jadi masih butuh saran dan masukan dari para pembaca.